Tuesday, April 22, 2008

Petunjuk nyari helm full-face yang pas

Ini contekan dari forum sebelah tulisan orang yang pernah kerja di dealer Motor supplier Arai.

1. Jangan liat harganya dulu. Paling penting helmnya pas dan udah ada standar (minimal DOT, lebih bagus lagi Snell, dua lembaga ini punya logo yg khas yg banyak ditiru2 ditempel di helm2 lokal, sobat kudu ati2). Kalau yang pas di kepala merek Arai (biasanya paling mahal) berarti ini helm dengan perlindungan terbaik, kalau yang pas HJC (lebih murah) berarti helm ini yg the best. Untuk pengetesan ini jangan mengancingkan tali helm. Kalo kamu biasa pake kacamata atau cengdem waktu naik motor jangan lupa pake kacamatanya selagi ngetes helm. Sebagai catatan Arai pernah ngadain seminar dan ternyata 60% peserta yg hadir selama ini memakai helm yang terlalu besar.


2. Pertama2 pilih ukuran yang dirasa paling mendekati. Ya kalau berasa punya kepala gede kan nggak perlu coba ukuran XS dulu, kira2 aja deh. Untuk ngetes helm buat sobat yg punya banyak tindikan kuping atau rambut tebel akan lebih memudahkan kalau pake helmet liner, itu tuh yang mirip topeng bandit.
Coba angkat helm ke atas kepala dengan memegang talinya. Pakai helm dan kepala harus bisa masuk helm dengan usaha, tapi usahanya nggak maksa sampai kuping kamu terasa mau ketarik copot dari kepala. Kalau helmnya muat Cuma dengan sedikit atau tanpa usaha, coba lagi satu ukuran lebih kecil.

3. Buka kaca helm. (Kalau ngetes helm flip-up, buka HANYA kaca helmnya.) Sekarang gerak2in sedikit helmnya berputar sekitar kepala. Minta bantuan temen atau lihat di kaca saat kamu melakukan ini. Kulit kepala dan alis kamu harus ikut bergerak bareng dengan busa helm. Kalau ngga gerak artinya helm kegedean dan coba satu ukuran lebih kecil, atau bisa coba helm merek lain dari ukuran yang sama terus ulangi lagi langkah #2. Kalau kulit kepala kamu ikut gerak, tutup mata dan rasakan gimana busa helm di bagian atas kepala. Kamu mesti merasakan tekanan yang cukup pada seluruh bagiannya, seperti rasanya kalo kita menjabat tangan orang lain dengan pas. Jangan ada bagian yang menekan kencang cuma pada dahi atau kuping, misalnya. Beberapa helm memang ada yang neken pipi bikin kamu berasa tembem dan mulut agak manyun, tapi ini nggak apa karena busa akan memadat seiring pemakaiannya. Sebab itu sedikit ketat adalah baik untuk helm baru daripada berasa pas dan udahannya jadi terlalu kendor sesudah dipake. Yang penting jangan neken cuma bagian tertentu di kepala bagian atas sebab kalau dipake lama yang begini ini akan bikin kepala pusing nyut2an. Kalo emang busa pipi bener2 dirasa ketebelan dan jadi pertimbangan utama kamu, ada kok pabrikan yang jual busa tipis.
Kalau sudah coba beberapa helm dan selalu merasa ada tekanan di jidat mungkin kamu tipe jenong, untuk ini bisa coba tipe tertentu dari Arai.

4. Sekarang tundukin kepala sampai dagu dekat ke dada (tali helm tetap lepas) pake satu tangan pegang bagian bawah belakang helm dan coba dorong ke arah atas. Helm yang baik dan pas nggak akan bisa lepas atau terangkat. Kalau ternyata bisa terangkat mending coba merek yang lain aja. Gunanya tes ini adalah menguji keamanan seandainya tali helm putus atau lupa dipake. Helm flip-up seringnya gagal disini, itu sebabnya nggak ada pembalap yang pakai helm flip-up.

5. Kalau kamu udah sampai langkah ke-5 ini, coba pake helmnya selama kamu di toko minimal 10 menit, lebih bagus lagi kalau bisa 30 menit. Jangan sampe kamu udah beli helm mahal2 ternyata helm yang kamu rasa pas malah jadi alat nyiksa setelah lebih dari 30 menit dipake. Jadi sembari lihat2 barang lainnya atau ngobrol sama yang punya toko pake aja tuh helmnya. Asal jangan sudah ngobrol sejam lebih tapi nggak beli2 ntar bisa dipanggilin satpam hahaha. Kalo ragu2 antara dua helm lebih baik kamu coba pake paling terakhir helm yang paling kamu suka sebelum beli.

Catetan penting
A) Helm yang sudah pernah jatuh apalagi bareng orangnya nyungsep ke aspal harus segera diganti.

B) JANGAN SEKALI-KALI make produk kertas (tissue dsb) untuk membersihkan kaca helm. Serat2 kayu halus akan membuat goresan2 mikro pada kaca helm yang makin parah seiring waktu. Pakai produk pembersih khusus plastic untuk membersihkan kaca helm. Hindari juga produk penolak air seperti Rain-x atau Windex karena mengandung ammonia yang membuat plastic jadi kuning dan mudah retak

Jangan salah....
Setau gw sticker "DOT" itu dikeluarkan atau ditempelkan oleh masing2 produsen helm BILA helm tersebut memang lulus dari test standard dari Department of Transportation (of USA) !!!

Sebenarnya kalo di luar negeri (US, Eropa, Japan, Korea, dll), produsen gak bakal 'nepu' untuk urusan DOT. Karena toh bila helm tsb akan masuk ke salah satu negara tsb, pihak Dept. of Transportation (negara tsb) akan meminta/mengambil beberapa unit (randomly) untuk di test lagi.
Jepang adalah salah satu negara yg mempunyai standard test paling tinggi untuk helm !!

Tapi parahnya disini (dan beberapa negara asia lainnya), ada produsen atau distributor yg menempelkan stiker DOT untuk keren2an doang dan untuk mendongkrak penjualan saja.

Snell..... adalah sebuah lembaga/yayasan independent yg mengurusi standarisasi helm (see : http://www.snellfoundation.org/) di USA.
Test yang dilakukan Snell lebih complicated dan menyeluruh... sehingga lebih mendukung helm dengan sticker "DOT". Jadi bisa dibilang, sebuah helm harus memiliki "DOT" dulu sebelum punya "SNELL" Smile
Test yang dilakukan Snell Foundation juga 2x. Pertama.... Snell meminta beberapa unit helm merek tsb (masing2 tipe) dari si produsen/distributor-nya (yg gw tau paling nggak minim ada 10 unit/tipe Shocked).
Kedua.... Snell akan mengambil lagi secara random/acak --> supaya produsen/distributor tersebut tidak bisa mengatur (ngambil yg bagus2 aja)... hehehe....

No comments:

Post a Comment

Isi Komentar anda di sini :